Dorong 30 Persen Wilayah, untuk Ruang Hijau Terbuka

9
MENINJAU – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo didampingi Kepala DLHK Jateng Teguh Dwi Paryono, meninjau pameran disela peringatan HLH Sedunia tingkat Jateng di Taman Kota Bendosari, Jalan Lingkar Salatiga (JLS), Rabu (17/7).

SALATIGA – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, mendorong produsen plastik, supaya menggunakan bahan baku lebih ramah lingkungan dan dapat didaur ulang secara mudah. Termasuk mengajak generasi millenial supaya turut serta mengurangi sampah plastik, dalam aktivitas sehari-hari serta memakai produk ramah lingkungan.

Di tingkat provinsi, sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan lingkungan, pihaknya juga mendorong setiap kabupaten kota untuk menyediakan 30 persen wilayahnya untuk ruang publik hijau.

Hal tersebut disampaikannya, dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Seduni tingkat Jateng di Taman Kota Bendosari, Jalan Lingkar Salatiga (JLS), Rabu (17/7).

“Saya selalu mengajak kepada generasi milenial, untuk peduli dan tahu pentingnya menjaga lingkungan dengan baik. Lewat vlog dan media sosial, saya ajak mereka. Pemprov Jateng menggelar berbagai kegiatan dan sosialisasi untuk mengurangi sampah, dan hemat energi, ” paparnya.

Berbagai produk inovasi dan kreasi lingkungan hidup, juga dipamerkan dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Jateng tersebut. Salah satu produk yang menjadi perhatian publik dalam acara itu, adalah plastik berbahan dasar singkong.

Persoalan sampah plastik, memang menjadi perhatian serius pemerintah. Belum lama ini, Ganjar mengatakan bahwa Presiden mengumpulkan seluruh Gubernur, Bupati/Wali Kota terkait penanganan persoalan sampah itu.

“Saya senang hari ini, ditampilkan banyak karya dari masyarakat termasuk dunia usaha tentang pengelolaan sampah plastik. Ternyata, kita sudah punya bioplastik yang ramah lingkungan, tapi sayang kurang populer,” terangnya.

Maka lanjut Ganjar, tugas pemerintah adalah mendorong semua inovasi tentang pengelolaan sampah, termasuk pemanfaatan bio plastik. Ia bertekad mendorong Jateng jadi provinsi bio plastik. “Kalau misal kami buat kebijakan, tahun depan 50 persen plastik harus menggunakan bio plastik, maka ini akan menjadi gerakan mengurangi sampah plastik. Dan 2-5 tahun kemudian bisa 100 persen,” terangnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jateng Teguh Dwi Paryono menambahkan, dalam sambutan Menteri Lingkungan Hidup RI pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2019, disampaikan bahwa Jateng termasuk salah satu provinsi yang mendapat perhatian, khususnya terkait angka polusi udara akibat kendaraan bermotor.

“Penyelenggaraan acara di Taman Kota Bendosari yang tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru kota, tetapi dengan fasilitasnya juga berfungsi sebagai tempat wisata di perkotaan. Sekaligus sebagai sosialisasi pelaksanaan amanat UU No 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, paling sedikit 20% dari luas wilayah kota digunakan untu ruang terbuka hijau publik,” tandasnya.

Mengangkat tema ‘Biru Langitku, Hijau Bumiku’, pihaknya berharap melalui beragam kegiatan yang digelar selama peringatan HLH Sedunia, mampu meningkatkan kesedaran masyarakat untuk hidup sehat dan menjaga lingkungan sekitar.

Dalam kesempatan tersebut turut dilakukan penyerahan penghargaan lingkungan hidup kepada 44 penerima. Terdiri dari 9 Penghargaan Sekolah Adiwiyata, 10 Penghargaan Kalpataru dan 25 Penghargaan Proper Daerah.

KERJASAMA – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, ikut menyaksikan penandatanganan kerjasama antara DLHK Jateng, yang diwakili Kepala DLHK Jateng Teguh Dwi Paryono dan LPPM Undip, disela peringatan HLH Sedunia tingkat Jateng di Taman Kota Bendosari, Jalan Lingkar Salatiga (JLS), Rabu (17/7).

Disela peringatan HLH tersebut, juga dilakukan deklarasi komitmen membangun Jawa Tengah Cinta dan Peduli Lingkungan. Ditandai dengan penyerahan karya inovasi ramah lingkungan berbasis Internet of Things (IoT) dari SMK Negeri 1 Adiwerna, Kabupaten Tegal (Wakil Indonesia untuk ASEAN Eco School).

Kemudian penyerahan buku antologi puisi “Alam dalam 1234 puisi” dari SMA Negeri 2 Kendal (sekolah Adiwiyata Nasional), serta penandatanganan kerjasama antara Kepala DLHK Provinsi Jawa Tengah dengan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Undip, tentang Pemanfaatan DAS Garang. Khususnya sebagai laboratorium hidup (Living Laboratory)  Undip, dalam mendukung pemulihan daya dukung DAS Garang, disaksikan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. R01

 

MENINJAU – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo didampingi Kepala DLHK Jateng Teguh Dwi Paryono, meninjau pameran disela peringatan HLH Sedunia tingkat Jateng di Taman Kota Bendosari, Jalan Lingkar Salatiga (JLS), Rabu (17/7).

 

KERJASAMA – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, ikut menyaksikan penandatanganan kerjasama antara DLHK Jateng, yang diwakili  Kepala DLHK Jateng Teguh Dwi Paryono dan LPPM Undip, disela peringatan HLH Sedunia tingkat Jateng di Taman Kota Bendosari, Jalan Lingkar Salatiga (JLS), Rabu (17/7).