Pramuka Saka Bakti Husada, Penggerak Pembangunan Kesehatan

16
MELANTIK - Ketua Kwarda Jateng Siti Atikoh Ganjar Pranowo, saat melantik Majelis Pembina Saka Bakti Husada Kwarda Jateng periode 2019-2023 di Wisma Perdamaian

SEMARANG – Ketua Kwarda Jateng Siti Atikoh Ganjar Pranowo berpesan kepada pengurus maupun anggota Pramuka Saka Bakti Husada, untuk menciptakan ruang-ruang bahagia di tingkat Kwarcab ke bawah. Hal ini agar virus kebahagiaan menular ke lingkungan sekitar.

“Janji Tri Satya jangan hanya sekedar janji, tapi harus dikerjakan. Mewujudkan karakter tidak bisa dilakukan sehari. Karena, membentuk karakter generasi itu dipersiapkan sejak dalam kandungan,” katanya, disela pelantikan Majelis Pembina Saka Bakti Husada Kwarda Jateng periode 2019-2023 di Wisma Perdamaian,Rabu (17/7).

Atikoh juga mewanti-wanti, anggota Pramuka Saka Bakti Husada mengantisipasi bombardir sosmed terhadap berita hoaks. Menurutnya, jangan sampai teknologi yang harusnya mempermudah, tapi justru merusak generasi.

“Anggota Saka Bakti Husada ini posnya tidak selalu di puskesmas-puskesmas. Tapi, ciptakan pula rumah sakit tanpa dinding. Bantu pula upaya pencegahan stunting dan menekan angka kematian ibu (AKI). Karena ini era teknologi, upload kegiatan yang menarik ke sosmed agar para generasi tertarik dengan kegiatan-kegiatan pramuka,” tandasnya.

Hal senada disampaikan Ketua Majelis Pembimbing Saka Bakti Husada Jateng sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Jateng dr Yulianto Prabowo Mkes.

“Saka Bakti Husada telah meningkatkan citra Gerakan Pramuka, dalam kiprahnya seperti menjadi pelopor hidup bersih dan sehat, dan menjadi kader penggerak pembangunan kesehatan, yang membantu percepatan pencapaian cakupan upaya kesehatan,” paparnya.

Oleh karena itu, pengurus di tingkat nasional dan daerah, bersama pengelola program kesehatan hendaknya dapat bekerja sama dalam membina dan mengembangkan Saka Bakti Husada. Begitu pula dengan keterlibatan organisasi profesi kesehatan hendaknya dioptimalkan, sehingga ke depan pembinaan Saka Bakti Husada menjadi tanggung jawab bukan saja Kementerian Kesehatan melainkan Keluarga Besar Kesehatan dan Gerakan Pramuka.

“Modal dasar Saka Bakti Husada dalam menjalankan peran dan fungsinya untuk meningkatkan kesehatan maupun kepramukaan. Antara lain, dengan memiliki 6 krida, anggota yang tersebar di setiap Kabupaten/Kota, dukungan Dinas Kesehatan dan dan organisasi profesi kesehatan,” paparnya, didampingi Sekretaris Dinkes Jateng sekaligus Ketua Saka Bakti Husada Kwartir Daerah XI Jateng, Agus Tri Cahyono.

Diterangkan dari 35 Syarat Kecakapan Khusus (SKK) Krida SBH, antara lain terdapat tentang perilaku hidup sehat dan sehat rumah tangga, yang didalamnya membahas tentang ASI eksklusif, menimbang balita setiap bulan, imunisasi, mengenal masalah gizi, pencegahan tuberkulosis dan lainnya.

Dalam kegiatan tersebut juga turut digelar seminar motivasi dengan tema ‘Saka Bakti Husada Generasi Milenial Untuk Indonesia Sehat’, dengan narasumber dosen Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata Kuriake Kharismawan dan Kak Mung dari Kwarda Jawa Tengah Seminar melibatkan sekira 400 peserta dari SBH 35 kabupaten/ kota di Jawa Tengah. R01